Posted by: effanzulfiqar | July 20, 2011

20,22 Persen Pemilih di Paluta Golput

31 October 2008

Berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara sementara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) di KPUD setempat, jumlah pemilih Golongan Putih (Golput) sebanyak 26.424 suara atau 20,22 persen dari total pemilih.

Padang Sidimpuan, (Analisa) Berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara sementara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) di KPUD setempat, jumlah pemilih Golongan Putih (Golput) sebanyak 26.424 suara atau 20,22 persen dari total pemilih.

Angka tertinggi Golput ditemukan di Kecamatan Hulu Sihapas mencapai 804 pemilih atau 28,40 persen dari total pemilih sebanyak 2.830 pemilih, sedangkan yang menggunakan hak pilihnya mencapai 2026 suara atau 71,60 persen.

Sedangkan terendah jumlah pemilih yang Golput berada di Kecamatan Dolok sebanyak 2.214 suara atau 17,57 persen dari total DPT12.595 pemilih, yang menggunakan hak suaranya sebanyak 10.381 suara atau 82,43 persen.

Pembantu Rektor (PR) I bidang Akademik, Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Drs Effan Zulfiqar yang diminta tanggapannya , menilai bahwa tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tergolong tinggi bila dilihat dari beberapa sisi, termasuk tingkat pendidikan, geografis dan lainnya dan bila dibandingkan pilkada Kota Padangsidimpuan akhir tahun 2007 lalu yang wilayahnya kecil, golputnya lebih dari 25 persen.

Dan hasil demokrasi tersebut bisa lebih legitimate dan di disebabkan berbagai factor seperti keterikatan secara emosional antara pemilih dan yang dipilih, mesin politik dan juga karena jumlah pasangan calon yang banyak, sehingga sosialisasi dan penentuan pilihan lebih tinggi juga.

Terlepas apakah ada proses mobilisasi suara atau tidak karena pemilih tidak bisa disalahkan dalam hal ini dan hal lainnya, tapi jika perolehan suara pemenang yang mencapai 43,69 persen dari suara sah, dilihat Effan tingkat dukungan masyarakat terhadap pasangan calon sangat tinggi.

Pertanyaannya kata Effan, apakah dengan perolehan suara yang mencapai 43,69 persen tersebut atau memperoleh suara yang sigfnifikan di pilkada, pasangan pemenang (Bachrum Hrp-Riskon Hsb) mampu menjawab semua pemintaan pembangunan dari masyarakat lima tahun ke depan? Kemudian dalam konteks demokrasi politik lokal, juga pasangan pemenang dituntut untuk bisa merangkul massa pendukung pasangan calon yang kalah,? tutur Effan. (hih)

Sumber: http://www.analisadaily.com/ (akses 24/5/2011)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: