Posted by: effanzulfiqar | July 20, 2011

Inspirasi dari Serdang Bedagai

Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), sebagai daerah hasil pemekaran kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dengan mendapatkan penghargaan Bung Hatta Award untuk kategori Hak Asasi Manusia tahun 2010. Kabupaten pemekaran yang dikenal dengan “Tanah Bertuah, Negeri Beradat” ini dengan luas wilayah 1.900,22 km², dinilai berhasil melaksanakan program-program pembangunan berwawasan Hak Asasi Manusia (HAM), terutama yang terkait dengan hak dasar manusia, yakni pendidikan dan kesehatan.

Kabupaten Sergai dianggap telah  memberikan kontribusi signifikan dalam menegakkan dan melaksanakan perlindungan, penghormatan dan pemenuhan HAM. Selama 4 terakhir ini Sergai telah menunjukkan keberhasilannya dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pangan.

Salah satu presatasi Kabupaten Sergai yang cukup membanggakan adalah keseriusannya dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Kebijakan untuk menyediakan pelayanan dasar pendidikan dari tingkat dasar sampai menengah diwujudkan dengan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan mulai dari tingkat TK/PUD sampai SMA Negeri di 17 kecamatan. Untuk keberhasilan dibidang pendidikan Kabupaten Sergai telah mendapatkan penghargaan Widyakarma,   karena berhasil menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun.   Demikian juga dalam penyediaan pelayanan dasar bidang kesehatan bagi masyarakat.

Prestasi lain adalah kemampuan daerah dalam melaksanakan model pembangunan yang lebih bertumpu kepada kekuatan dan kemandirian masyarakat, dengan pola bottom up. Artinya kekuatan pembangunan sepenuhnya lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat yang dikenal dengan nama Gerakan Pembangunan Swadaya Masyarakat (Gerbang Swara). Gerbang Swara menjadi lokomotif pembangunan di Sergai. Melalui model pembangunan ini telah mampu menumbuh kembangkan gerakan swadaya/gotong royong masyarakat untuk pembangunan infrastruktur desa serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.  Prinsip pembangunan yang diterapkan bertumpu pada : Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat (DOM).

Melalui Gerbang Swara sebanyak 3.945 kegiatan telah dilakukan sejak tahun 2005-2009 dengan nilai Rp.45.5 miliar. Meliputi pembangunan irigasi, jalan, gorong-gorong dan rumah ibadah.  Semua aktivitas pembangunan tersebut sepenuhnya melibatkan partisipasi masyarakat yang didasarkan pada kebutuhan mereka.   Di bidang pertanian, kabupaten ini surplus beras 125 ribu ton per tahun dan menjadi lumbung bagi Sumut. Keberhasilan di bidang ketahanan pangan ini telah meraih penghargaan Ketahanan Pangan tingkat nasional  tiga tahun berturut-turut, 2008, 2009 dan 2010.

Untuk pemberdayaan dan penguatan lembaga kelompok tani, pemerintah mengucurkan bantuan Program  Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) sebesar Rp5,6 miliar untuk 56 desa dengan bantuan sebesar Rp100 juta per desa. Sedangkan untuk mewujudkan percepatan pembangunan di pedesaan sejak tiga tahun terakhir ini, melalui Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah(APBD) dialokasikan dana untuk desa (ADD)  dengan jumlahnya Rp.50 – 200 juta yang didasarkan  atas kebutuhan dan jumlah penduduk desa

Keberhasilan lain adalah penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Penerapan SIAK mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pengurusan administrasi dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga, KTP dan Akta Catatan Sipil.    Terkait dengan pelayanan masyarakat, Pemkab Sergai menjadi yang pertama di Sumut mendirikan Unit Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (UPPTSP) yang memiliki motto :  ”Bersama kita mewujudkan Pelayanan Prima” dengan melayani 23 jenis perizinan yang akan terus dikembangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di bidang perizinan. Dalam rangka menjamin tranparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah, Kabupaten Sergai telah mengembangkan sebuah website yang dapat diakses 24 jam dengan situsnya : http://www.serdangbedagaikab.go.id.

Dalam pengesahan APBD sejak 2007, 2008, 2009 dan 2010 tepat waktu. Sehingga tidak terkendala terhadap pembiayaan pelaksanaan pembangunan yang telah di anggarkan. Sedangkan evaluasi laporan keuangan sejak tahun 2006, 2007 dab 2008 selalu mendapatkan penilian dengan opini wajar dengan pengecualian.

Keberhasilan Kabupeten Sergai yang tanggal 7 Januari 2011 nanti akan genap berusia tujuh tahun. Tak lepas dari duet  Bupati HT.Erry Nuradi dan Wakil Bupati H.Soekirman yang telah memimpin kabupaten ini kedua kalinya. Mereka terpilih untuk kedua kalinya dalam Pilkada tanggal 12 Mei 2010 sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah dengan perolehan suara mencapai  152.665 suara (56.91%). Keduanya akan memimpin Sergai sampai tahun 2015 secara bersama-sama.

Harus diakui,  kekompakan mereka menjadi salah satu faktor pendorong utama keberhasilan pembangunan Kabupaten Sergai. Bagaimanapun, bila kepala daerah dan wakilnya tidak kompak, maka sudah pasti akan berdampak kepada pelaksanaan pembangunan yang akan mempengaruhi terhadap upaya peningkatan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.  Seharusnya keharmonisan dan kekompakan keduanya bisa menjadi inspirasi bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah di Sumut di tengah maraknya “fenomena” disharmonisasi kepala daerah dan wakil kepala daerah pasca Pilkada.

Konsep pembangunan yang lebih mengedepankan kepada partisipasi masyarakat memang sejak awalnya sudah menjadi pemikiran Bupati dan Wakilnya. Bahkan  HT. Erry Nuradi pernah mengatakan : “Saya tidak bisa berbuat banyak untuk kabupaten ini bila hanya bersandar pada APBD yang kecil. Tapi saya punya cara lain untuk membangun Serdang Bedagai. Kekuatan pokoknya bukan capital, tapi masyarakatnya sendiri. Mereka harus berubah, terutama menyangkut attitude-nya.” (http://serdangbedagaikab.go.id/)

Itulah sebabya mengapa Bupati Erry, adik alm mantan Gubernur Sumut ini lebih mengenjot peningkatan kualitas SDM. Menurut dia  hanya dengan SDM yang berkualitas yang lebih memungkin berhasilnya pengelolaan SDA. Artinya pembangunan daerah hanya sukses ketika aktor (masyarakat) sudah memiliki keahlian, kemampuan dan kesiapan. Kenyataannya, resep penguatan SDM dan pelibatan masyarakat dalam pembangunan berhasil.

Orang kedua yang banyak mencurahkan fikiran bagi pembangunan Sergai adalah wakilnya H. Soekirman yang berlatar belakang sebagai akademisi, pencinta lingkungan  dan  aktivitas NGO.  Ia juga telah memberi warna kepada nilai-nilai pembangunan yang lebih bertumpu kepada pemberdayaan dan kekuatan masyarakat. Sebagai orang NGO yang memang sangat “terobsesi” dengan konsep  pembangunan hanya akan sukses ketika masyarakat benar-benar dilibatkan (bottom up) dan bukan hanya menjadi penonton (top down).

Ada dua kata kunci keberhasilan yang dicapai Kabupaten Sergai. Pertama : bertumpu kepada pemberdayaan dan penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pemerintah dalam hal ini hanya menjadi dinamisator dan fasilitotor, sedangkan masyarakat menjadi aktor dari semua kegiatan pembangunan yang dilakukan. Kedua, adanya “Super Team” dalam “bahasa” Bupati yang sangat kompak untuk memimpin, memikirkan, merencanakan, melaksanakan dan mengawasi seluruh aspek pembagunan yang didasarkan pada prinsip Dari, Oleh dan Untuk Masyarakat (DOM).

Bicara otonomi yang bersifat nyata dan bertanggungjawab, itu yang telah diimplementasikan dan akan terus bergulir di Kabupaten Sergai yang bersadar pada kekuatan masyarakat dan perbedayaan masyarakat. Akhirnya, semoga terwujudkan Kabupaten Sergai sebagai salah satu kabupaten terbaik di Indonesia dengan masyarakatnya yang pancasilais, religius, modern, dan kompetitif. Selamat ulang tahun yang ke 7. Kapan saya bisa ke Sergai..???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: