Posted by: effanzulfiqar | July 20, 2011

Orang miskin dilarang sakit………!!!!!!!

Dua hal dalam kehidupan manusia yang sudah past i- hidup dan mati. Artinya kita hanya menunggu waktu kapan mati. Kalau kita mati tiba-tiba dipanggil yang Kuasa mungkin tidak ada masalah. Barangkali hanya suara tangisan orang-orang tercinta mengiringi kepergian kita ke tempat yang jauh yang tak mungkin akan kembali lagi untuk selama-lamanya. Tapi biasanya ada orang yang mesti melalui perjalanan panjang sebelum ajal datang menjemputnya. Perjalanan panjang itu bisa jadi sakit yang berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum ajal menjemputnya. Kita memang tak tahu kapan itu terjadi kematian, yang pasti dalam proses sakit manusia sebelum mati terkadang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit bila harus masuk Rumah Sakit. Memang kata orang asal ada kata rumah hanya dua yang enak kedengaran Rumah Makan dan Rumahku adalah Istanaku. Satu lagi yang nggak enak kedengaran adalah masuk Rumah Tahanan..hihihi semoga tidak terjadi itu pada saya. Kembali ke laptop kata Tukul…eee salah kembali kecerita orang miskin dilarang sakit. Saya menyaksikan dengan perasaan sedih kadang bila melihat orang sakit berjejer di sal III dan IV. Wajahnya kumuh dan sedih seolah sudah pasrah kepada maut. Satu-satu saya tatap wajahnya yang kosong dan fikiran mereka seperti melayang jauh entah kemana. Ada rasa penasaran ketika saya lihat wajah-wajah itu dan ingin bertanya apa yang mereka sedang fikirkan.

Ada satu pasien yang sangat menarik hati saya, sepertinya dia berada dalam tekanan yang luar biasa berat, karena sering saya lihat ia meninitikkan air mata dan menangis. Mungkin gambaran kesedihan yang ditunjukkannya  mewakili semua orang-orang dalam keadaan sakit  yang ada dalam RS ini. Saya akhirnya mencoba mendekati dia dan bertanya kenapa dia sering menangis. Lalu apa jawabnya ketika saya tanya : “Apa yang selalu membuat bapak menangis..?”. Jawabnya hanya pendek : “Orang miskin semestinya jangan sakit yah..katanya kepada saya”. Lalu saya jawab: “Kenapa Pak…?”.  Dia menjawab : “Kalau orang miskin sakit harus bayar padahal sudah sakit..iya kalau sembuh sakitnya ini malah nggak sembuh suruh bayar lagi”.  Dia terus bilang ke saya “Kalau bisa yah mestinya orang miskin dilarang sakit, tapi mungkin Tuhan memberi cobaan pada kita dengan sakit itu dan seharusnya Bapak-bapak yang memimpin negeri ini bisa berfikir bahwa kami orang-orang miskin ini tidak mau sakit tapi karena itu ketentuan Allah kami tak bisa menolaknya..” Sambil air matanya berurai….Lalu dia ngomong lagi : “Kalau yang banyak uang atau yang punya NIP masih lumayan kalau sakit, yang banyak uang bisa cari Rumah Sakit super mewah, kalau perlu ke Singapura atau Malaysia yang punya NIP masih punya ASKES dijamin oleh negara..”. Lho….kalau seperti kami yang miskin ini siapa yang jamin..?”. Katanya dengan suara yang serak karena menahan sakit yang luar biasa..Aku hanya terdiam sambil memandangnya dan tidak bisa berkata apapun dan hanya mengatakan pada beliau “Yang sabar Pak.. semua bukan kemauan kita..inilah hidup yang harus kita jalani dan seperti inilah di negeri ini yang terjadi…Yang Bapak bilang betul memang :  “ORANG MISKIN DILARANG SAKIT”. Tiba-tiba kepalaku mulai pucinggg lagi…melihat orang-orang yang dalam kesakitan bukannya tambah sehat mereka di RS karena tidak hanya memikirkan penyakitnya saja tapi harus memikirkan biaya yang tak sedikit jumlahnya…Nasib..nasib…..!!!

18 Juli 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: