Posted by: effanzulfiqar | January 13, 2012

Disfungsi Pemerintah Daerah

Jaringan Suara Indonesia (JSI) berdasarkan hasil survey menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus menurun. Artinya terjadi penurunan yang signifikan terhadap tingkat kepuasaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah setiap tahunnya. Senada dengan JSI, hasil survey Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyimpulkan pula bahwa tingkat kepuasan publik atas lima bidang, yakni ekonomi, hukum, politik, sosial, dan luar negeri terus mengalami penurunan.

Penurunan tingkat kepuasaan masyarakat terhadap pemerintah sesungguhnya adalah gambaran real terhadap ketidak puasan masyarakat juga terhadap kinerja pemerintah daerah sendiri. Karena survey yang dilakukan JSI dan LSI sampelnya adalah  masyarakat di daerah. Artinya apa yang tergambarkan dari hasil survey yang menunjukkan semakin menurunya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah SBY sama saja dengan gambaran yang menunjukkan ketidak puasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.

Logikanya, kalau pemerintah daerah mampu menjalankan fungsi-fungsi pemerintah dengan baik tentunya akan berimplikasi terhadap pemerintah pusat. Dan sebaliknya, bila pemerintah pusat tidak mampu menjalankan fungsi-fungsi pemerintah otomatis akan berimbas kepada pemerintah daerah. Kondisi yang demikian setidaknya memberikan kejelasan bahwa sedang terjadi semacam disfungsi dalam pemerintah pusat dan daerah. Disfungsi yang ditandai dengan tidak berjalannya fungsi-fungsi pemerintah. Atau bisa jadi  pemerintah sedang mengalami mati suri atau sudah mati benaran?

Pemerintah dalam konteks teoritis menjalankan tiga fungsi pokok sebagaimana dikatakan Rasyid (2000 : 59), yaitu: pelayanan (service), pemberdayaan (empowerment), dan pembangunan (development). Sedangkan  Ndraha (2001 : 85), menyebutkan dua fungsi  pemerintah, yaitu: Pertama, fungsi primer atau fungsi pelayanan (service). Kedua, fungsi sekunder atau fungsi pemberdayaan (empowerment).

Pertanyaan apakah fungsi-fungsi yang mesti dijalankan pemerintah tersebut sudah terlaksana? Dalam prakteknya fungsi-fungsi pemerintah yang menjadi keharusan bagi pemerintah untuk melaksanakannya tidak seperti yang diharapkan  oleh rakyat yang telah memberikan mandat.  Saya tidak ingin menguraikan secara rinci satu persatu fungsi-fungsis pemerintah yang tidak berjalan tersebut. Tapi faktanya rakyat banyak merasakan sepertinya pemerintah sudah mati.

Dalam menjalankan fungsi pelayanan pemerintah dituntut harus bisa sebagai pelayan masyarakat dan bukan sebaliknya masyarakat yang menjadi pelayan  pemerintah. Disfungsi dalam menjalankan kewajiban melindungi dan melayani kepentingan rakyat terlihat  dari banyak kebijakan publik dan sikap  pemerintah yang tidak berorientasi pada kepentingan rakyat.

Celakanya belakangan ini orientasi pemerintah di pusat dan daerah bukan lagi terfokus pada pelayanan publik, tetapi berubah menjadi pemburu  rente (rent seeking), dengan dalih mengejar petumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Anehnya, semua anggaran yang terkumpul dalam APBN/APBD yang bersumber dari pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD, bukan untuk kesejahteraan rakyat digunakan tapi  disedot lebih banyak untuk belanja pegawai.

Fungsi pemberdayaan dalam hal ini mengharuskan pemerintah mampu memberdayakan rakyatnya dan bukan sebaliknya terjadi pembiaran dari ketidak berdayaan rakyat dalam bidang sosial, hukum dan politik.         Adapun fungsi pembangunan menjadi kewajiban pemerintah bagaimana harus bisa mengimplementasikan semua kebijakan yang terkait dengan kepentingan masyarakat dalam wujud pembangunan fisik dan non fisik dalam rangka melaksanakan fungsi peningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan dan merata.                                                                                                                     Otonomi daerah yang diharapakanan mampu mensejahterahkan masyarakat di daerah tidaklah seindah yang dibayangkan. Apa yang terjadi dalam praktek otonomi daerah adalah disfungsi pemerintahan yang ditandai dengan disfungsi pelayanan publik. Disfungsi pelayanan publik ini ditunjukan dengan kualitas pelayanan yang sangat buruk, birokrasi yang carut marut, korupsi yang terus meraja lela, dan banyak kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah yang sama sekali tidak berorientasi pada kepentingan publik tapi lebih banyak berorientasi pada kepentingan birokrat.

Salah satu bukti ketidak perdulian pemerintah dalam menjalankan fungfsinya adalah besarnya anggaran yang dialokasikan pada kebutuhan birokrat dari pada publik. Bahkan di beberapa daerah terjadi ancaman kebangkrutan pemerintah daerah karena APBDnya  lebih banyak dihabiskan bagi kepentingan belanja birokrat. Merupakan bukti kuat telah terjadinya disfungsi pemerintah dalam semua segi lini kehidupan yang menyangkut hajat hidup orang banyak di daerah.

Padahal era of local autonomy telah menempatkan pemerintah daerah sebagai ujung tombak terdepan dan memperpendek jarak untuk mewujudkan pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan yang lebih real, nyata dan bertanggunjawab. Maka tidak berlebihan bila dikatakan disfungsi pemerintah SBY  sama saja dengan kegagalan pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi-fungsinya sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya pula terjadinya disfungsi pemerintah daerah sama saja dengan kegagalan pemerintah pusat dalam menjalankan fungsinya.

Disfungsi pemerintah pusat dan daerah akhirnya hanya  menciptakan banyak paradoks dalam praktik pemerintahan. Kondisi yang demikian ini lambat laun akan menyebabkan pemerintah benar-benar akan mati. Semoga tidak demikian adanya. Kita berharap pemerintah dan parlemen baik di pusat dan daerah bisa menjalankan fungsinya masing-masing, jangan hanya sibuk bermain sandiwara, apalagi kongkalikong dalam perburaun rente. Yang pasti seperti kata Adam Smit – fungsi pemerintah yang sebenarnya  adalah bagaimana untuk melindungi dan melayani rakyat yang telah memberikan mandat.

(Tulisan ini pertama kali dimuat di Harian WASPADA, Kamis, 27  Oktober 2011)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: