Posted by: effanzulfiqar | July 12, 2012

Ironi di Kementerian Agama

“Uang bisa bikin orang mabuk kepayang…,” demikian salah satu bait lagu yang dinyanyikan rocker asal Bandung Nicky Astria. Faktanya memang,  uang bisa membuat orang jadi gila benaran. Tidak perduli dari mana asal muasal uang yang diperoleh. Antara percaya dengan tidak percaya anggaran pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama (Kemenag) yang dianggarkan sejak tahun 2010- 2011, berdasarkan hasil penyelidikan KPK diduga kuat telah dikorupsi. Belum ada angka yang pasti berapa jumlah uang yang dikorupsi dari proyek tersebut.

Kalaulah betul kabar tersebut rasa-rasanya sangat tidak masuk akal.   Bagaimana mungkin Kemenag yang kita anggap selama ini menjadi benteng penjaga nilai-nilai moral bangsa bisa terseret-seret dengan perilaku korupsi . Memalukan, karena anggaran pengadaan kitab suci pula yang dikorupsikan. Selama ini kita beranggapan bahwa mereka yang ada di sana bersih dengan perilaku korupsi dan anti korupsi.  Ternyata tidak. Kalimat yang menyebut korupsi bisa terjadi dimana saja bila ada kesempatan, bukan karena niat menjadi bukti nyata dengan apa yang terjadi di Kemenag.

Kalau di lingkungan Kemenag  saja bisa terjadi korupsi, maka logika awam masyarakat juga akan membenarkan pasti juga terjadi korupsi di kementeriann yang lain. Artinya pengadaan kitab suci Al-Quran yang begitu sucinya bisa dikorup apalagi yang sifatnya bukan yang terkait dengan nilai-nilai moralitas agama, tentunya peluang untuk terjadinya korupsi akan lebih besar lagi. Dan itu sudah bukan cerita baru lagi di negeri iniJauh sebelum mencuat kasus korupsi pengadaan Al-Quran tersebut.

Publik juga sudah tahu Februari 2006 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis bersalah mantan Menteri Agama Said Agil Al Munawar karena terlibat korupsi pelaksanaan ibadah haji dan dana abadi umat antara tahun 2002-2004. Dan masih ada kasus korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan Agung yang terkait dengan korupsi proyek pengadaan alat laboratorium dan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah se-Indonesia.

Tidak berlebihan memang mengapa KPK dalam Survey tahunan yang dilakukan lembaga ini, menilai pelayanan publik di Kemenag paling buruk dan rentan dengan praktik korupsi. Hasil survey integritas 2011 menunjukkan bahwa nilai integritas Kemenag sebesar 5,37, kurang dari nilai rata-rata indeks integrasi instansi pusat sebesar 7,07.

Pelayanan publik di kementerian ini masih diwarnai praktik suap dan gratifikasi. Unit layanan di Kemenag yang masih berintegritas rendah yakni pendaftaran izin penyelenggaraan ibadah haji khusus dan perpanjangan izin Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Demikian juga pelayanan urusan  nikah di KUA, biaya yang dipungut hampir semuanya tidak sesuai dengan besaran yang ditetapkan dalam peraturan.

Sayangnya sejak kasus korupsi di Kemenag terungkap belum ada satupun yang ditetapkan menjadi tersangka pejabat di Kemenag. Kuat dugaan tidak mungkin hanya melibatkan Zulkarnaen Djabar, anggota Komisi VIII DPR yang juga anggota Banggar dan putranya Dendi Prasetya Zulkarnaen Putera. Ayah dan anak tersebut sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh  KPK. Keduanya diduga menerima uang suap terkait dengan proyek pengadaan kitab suci Al-Quran tahun anggaran 2011-2012 dan  proyek pengadaan alat laboratorium madrasah tsanawiyah tahun anggaran 2011.

Pernyataan Menteri Agama Suryadarma Ali yang menyebut bahwa tidak satupun pejabat dikementeriannya yang terlibat dalam kasus korupsi pengadaan kitab suci Al-Quran tersebut, patut kita apresiasi sesuai dengan azas praduga tak bersalah. Kita juga berharap demikian, tidak satupun pejabat Kemenag yang terlibat. Bila ada yang terlibat, maka alamat negeri ini akan dilaknat Tuhan. Barangkali benar  yang  dikatatakan  ustad di kampung saya, ini adalah salah satu tanda-tanda hari kiamat sudah makin dekat.

Kita berharap KPK secepatnya dapat melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa saja yang menjadi dalang yang berasal dari Kemenag. Karena bila tidak terungkap siapa yang menjadi aktornya.  Kesimpulannya, kasus korupsi ini sama saja jalan ceritanya dengan yang terjadi di Kementerian yang lain, hanya menangkap pelaku-pelaku dihilir. Sedang pelaku yang di hulu masih bisa berenang bebas sampai hari ini. Kita tunggu siapa yang bakalan menyusul jadi tersangka.  Ketua KPK Abraham Samad sudah mengakatan tidak tertutup kemungkinan tersangka berikutnya berasal dari pejabat Kemenag.

Senyatanya,  perbuatan korupsi biasanya merupakan tindakan kejahatan persekongkolan yang tidak mungkin hanya melibatkan satu dua orang saja. Tapi melibatkan banyak orang. Dari sekian banyak kasus korupsi yang terungkap dan divonis para pelakunya selalu melibatkan unsur politikus, birokrat dan pengusaha/swasta. Kuat dugaan persekongkolan sudah dilakukan sejak tahap pembahasan anggaran di DPR dan tender proyek sebagaimana kasus-kasus korupsi yang telah terungkap.

Kita juga berharap Komisi III DPR-RI harus terlibat aktif menuntaskan kasus ini sesuai dengan fungsinya, yakni melakukan pengawasan untuk segera memanggil Menteri Agama dan meminta klarifikasi mengenai dugaan korupsi pengadaan Al Quran yang sangat memalukan tersebut. Artinya DPR jangan hanya berdiam diri dan menjadi penonton karena menganggap kasus ini tidak memiliki nilai politis apapun. Atau cenderung menunjukkan semangat solidaritas sesama anggota DPR dan partai. Kita berharap memang tidak demikian.

Akhir kata, korupsi adalah tetap korupsi yang tergolong kejahatan luar biasa. Tidak perduli dimana locus kejadianya dan siapa aktor yang terlibat dalam korupsi harus tetap diungkap tuntas. Karena  ada kesan dalam pemberantasan korupsi belakangan ini sepertinya yang terjadi tebang pilih. Hukum menjadi tajam bila ke bawah tapi menjadi tumpul bila ke atas. Hukum menjadi diskrimintaif, hanya mampu menjerat orang-orang lemah tanpa kuasa dan uang.

Korupsi yang terjadi di Kemenag harus dituntaskan, bila tidak preseden buruk bahwa korupsi sudah menggurita dan merambah semua institusi Negara mulai dari pusat sampai ke daerah bukan hanya sinyalemen tapi sebuah fakta yang tak terbantahkan – Maknanya adalah korupsi sudah menjadi budaya bangsa ini. Menyedihkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: