Posted by: effanzulfiqar | October 17, 2012

Catatan Kecil Pemilukada Padangsidimpuan 2012

Pemilukada Kota Padangsidimpuan akan bergulir tanggal 18 Oktober ini. Sulit memprediksi siapa yang akan unggul dalam pertarungan menjadi orang nomor satu di kota ini. Yang pasti dalam putaran pertama tidak akan ada yang akan mendapatkan suara lebih dari 25% jumlah total suara sah, apalagi mencapai angka 50%. Artinya pemenang Pemilukada akan ditentukan dalam putaran kedua.

Ekspektasi setiap pasangan calon untuk memenangkan Pemilukada kali ini luar biasa besarnya. Kenyakinan tersebut makin menguat pada saat kampanye akbar. Rasa optimisme untuk menang dalam Pemilukada menyembur seketika melihat massa yang membludak pada saat kampanye. Tapi sesungguhnya massa yang banyak tersebut tidak bisa menjadi indikator kuatnya dukungan kepada pasangan calon.

Massa yang hadir pada saat kampanye tak lebih dari pemilih mengambang (swing voters) yang belum menentukan pilihanya. Pemilih yang demikian ini cenderung berperilaku berubah-ubah terhadap apa yang menjadi pilihannya. Semuanya serba situasional, pragmatis dan susah diprediksi pilihanya sebelum hari H pencoblosan.

Ahjam, Badu, Jack, Madona, Risa dan Boynce (bukan nama sebenarnya), mereka selalu ada di setiap kampanye pasangan calon. Ketika pasangan calon nomor 6 kampanye , mereka hadir. Demikian juga ketika pasangan calon nomor 3 kampanye, mereka juga tidak ketinggalan untuk hadir. Termasuk saat pasangan calon nomor 4 kampanye, mereka juga ikut. Artinya masa yang hadir dalam satu kampanye adalah masa yang juga hadir dalam kampanye pasangan lain. Mereka berganti-ganti hadir dalam setiap kampanye yang dilakukan pasangan calon.

Mengapa mereka begitu antusias dan punya respon yang tinggi untuk menghadiri setiap kampanye? Jawabanya sudah pasti termotivasi untuk mendapatkan sesuatu berupa “materi” tak sekedar “kaos” oblong saja. Sekali lagi materi itu yang dikejar oleh masa yang hadir berganti-ganti di setiap kampanye dan datang bukan untuk mendengarkan visi, misi dan program yang disampaikan. Paling tidak ingin melihat artis yang menyanyi dan berjoget di atas panggung. Adakah jaminan mereka yang datang menghadiri setiap kampanye sudah punya pilihan pasti atas pasangan calon? Sekali tidak bisa dikatakan iya…

Asumsi saya bahwa masyarakat yang menghadiri kampanye pasangan calon masih belum punya pilihan yang pasti, kelompok ini disebut sebagai swing voters. Swing voters adalah suara pemilih potensial yang baru memutuskan untuk memilih di hari H pencoblosan. Keenam pasangan calon harus berlomba untuk menjaring suara swing voters. Kemampuan menjaring swing voter akan menjadi penentu dalam memenangkan Pemilukada.

Pemilih swing voters ini biasanya lebih melihat integritas figur sebagai acuan dalam menentukan pilihannya bukan mesin politik pengusung. Disamping kelompok pemilih swing voters ini termasuk pemilih cerdas dan rasional dalam menentukan pilihanya. Tingkat elektabilitas pasangan calon mendekati hari-hari pencoblosan juga signifikan untuk menarik swing voters tersebut.

Luar biasa memang aktivitas dan suhu politik perhelaan Pemilukada di Kota Salak ini bila dibandingkan dengan Pemilukada tahun 2008. Pemilukada ini sepertinya merupakan pertarungan gengsi/prestise, pengaruh, power dan uang di antara pasangan calon yang sangat variatif latar belakangnya ada politisi matang, ada pengusaha/wiraswasta, bankir bank, anak kepala daerah yang lagi berkuasa, birokrat aktif, mantan birokrat sampai incumbent wakil walikota. Pertarungan perebutan orang nomor satu di kota salak ini akan diwarnai konstelasi politik yang sangat kuat karena adanya pengaruh tarik menarik kepentingan.

Disisi lain langsung atau tidak langsung Pemilukada juga telah membuat masyarakat sedikit terfragmentasi oleh kepentingan masing-masing terkait dengan permasalahan dukung mendukung pasangan calon. Masyarakat juga sepertinya sudah cenderung berfikir pragmatis dan transaksional menyikapi pesta demokrasi lokal tersebut. Dimana yang lebih penting adalah bagaimana mendapatkan sesuatu dari semua pasangan calon dan soal pilihan adalah urusan kedua. Kalau soal pilihan dalam bahasa akar rumput tergantung besar kecilnya “serangan fajar” yang diterima nantinya.

Serangan fajar barangkali adalah pemungkas dari semua pertarungan yang terjadi antara pasangan calon termasuk penentu hasil akhir kemenangan. Serangan fajar jelas merupakan tindak pidana yang sangat sulit pembuktiannya kecuali dilakukan secara terencana dan massif. Dihampir semua Pemilukada di negeri ini sejak tahun 2005, politik uang dengan cara serangan fajar dianggap paling efektif dalam memenangkan Pemilukada.

MK sendiri sudah menyebut kasus yang paling banyak masuk dalam sengketa Pemilukada adalah politik uang dan memobilisasi/intimidasi PNS. Saya juga tidak tahu apakah Pemilukada Kota Padangsidimpuan bersih dari praktek-praktek politik uang dan mobilisasi/intimidasi PNS? Saya hanya berandai-andai, semoga Pemilukada Kota Padangsidimpuan kali ini tidak diwarnai dengan politik uang lewat serangan fajar dan mobilisasi/intimidasi PNS. Kalau itu yang terjadi jangan terlalu banyak berharap kepada yang terpilih.

Saya hanya berharap sebagai warga Kota Padangsidimpuan bahwa Pemilukada ini akan menghasilkan pemimpin yang punya integritas, kualitas, kapasitas dan ikhlas mengabdikan diri untuk menyelamatkan kota ini dari ancaman kebangkrutan dan menyelesaikan banyak masalah yang masih tersisa dari pemerintah sebelumnya. Kita semua mengharapakan yang terpilih adalah yang terbaik sekalipun pilihan bukan yang terbaik di antara yang terbaik.

Demokrasi memang terkadang menyakitkan, tapi siapapun yang terpilih sepajang itu lewat prosedur yang benar harus kita hormati hasilnya. Meminjam apa yang pernah dikatakan alm Dr. Nurcholis Majid, bahwa dalam demokrasi sekalipun yang terpilih adalah “setan gudul”, itu adalah pilihan yang harus dihormati.

Selamat memilih kepada semua warga Kota Padangsidimpuan yang punya hak pilih. Mari memilih dengan hati nurani yang dalam dan bukan karena uang. Pilihan atas pasangan calon mestinya karena visi, misi dan program yang paling rasional dan menyentuh kepentingan masyarakat.

Sekali lagi, semoga pilihan anda tidak karena uang, tapi karena keyakinan kuat bahwa yang anda pilih akan betul-betul membangun dan mensejahterakan masyarakat. Yang anda pilih juga bukan yang punya niat berinvestasi untuk mengembalikan uang yang habis pra dan pasca Pemilukada, apalagi untuk menambah pundi-pundi kekayaannya setelah terpilih. Jangan karena pilihan yang salah dalam lima menit menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan selama lima tahun ke depan.

Akhirnya, sukses untuk Pemilukada Kota Padangsidimpuan. Tetap jaga persatuan dan kesatuan. Jangan karena Pemilukada kita berkelahi dan terpecah belah. Hindari tindak kekerasan – anarkhisme yang kerap mengatas namakan demokrasi dalam menyelesaikan masalah terkait dengan hasil Pemilukada.………


Responses

  1. sayang sekali pk. Sdikit bnyaknya, Demokrasi untuk SALAK 1 tlah dkotori orang2 yg tidak brtanggung jawab. Adanya temuan2 brupa pemilih siluman, money politik, dsb.

    • Faktanya memang demikian. Kita tunggu saja apakah MK akan membatalkan hasil Pemilukada dan memerintahkan coblos ulang di semua TPS. Kita lihat saja. Kita memang masih dalam tahapan demokrasi prosedural sehingga terjadi mobilisasi masa, ghost voters leluasa mencoblos, intervensi PNS dan politik uang masih dianggap sesuatu yang biasa2 saja bukan hal-hal yang mendistorsi konsolidasi demokrasi lokal yang sedang dibangun…….

    • maf pak, maw minta pendapt ni pak.
      1.ada yg bilang bahwa gugatan ke MK atas perslisihan hasil pemilukada Psp mrupakn langkah atau perilaku politik yg tdk dewasa. Bhkn diblangnya jg bhwa “mereka” tidk siap kalah, wlwpun mmang harus ada yg kalah dan mnang. Dn mnrtnya jga gugatan ke MK tu “mereka” lah yg Gila Jabatan.

      2.dilain sisi, dari pihak pemohon, bahwa bredar informasi dn bhkn sudah dsidang di MK dalam sidang perdananya, yakni dgn mnyampaikan pemilihan yg scra terstruktr oleh pmrintah Psp dn brbagai kcurangan2 slama pilkada brlangsung. ”

      dari kontra diatas pak. Apa pndapt bpk dari prgrf 1 bgtu jga yg kE 2?
      Dan bgaimana jg pndapt bpk kalau dihubungkn dgn hukum2 yg mnygkt hal tsb? Atau layak ngk pak hasil pikada ini dtempuh dgn jalur hukum?
      trimakasih pak. . .

      • 1. Gugatan ke MK dibenarkan UU dan memang itu konstitusional sekali. Yah kalau tidak siap kalah itu namanya tidak benar. Demokrasi adalah bagaimana menerima kekalahan dan menghargai yang menang dan substansi demokrasi tidak hanya soal kalah menang. Semuanya harus diselesaikan lewat jalur humum bukan anarkhisme dan sejenisnya…
        2. Semua harus dibuktikan dengan fakta2 soal keterlibatan Pemda dan kecurangan2 yang terjadi. Kalau MK yakin itu ada dan terjadi berdasarkan fakta2 yang ada bisa saja Pemilukada diulang pencoblosannya..Tapi sulit memperediksi keputusan MK. Kita tunggu pagi ini apa keputusannya..

      • Iya dong kalau tak siap kalah jangan ikut Pemilukada…

  2. Hadir untuk megomentari comment anda,hehehehhe

    Klo menurut saya pada pragraf 1 : memang itu sebuah kecurangan yang harus diadili,tapi menurut cerita TS pilkada dia mengatakan bahwa sanya udah ada perjanjian antara yang satu dengan yang lain bahwa mereka ingin melakukan cara tersebut,walaupun di satu pihak ada yang g setuju tapi apa boleh buat HUKUM aja masih lemah mau di aduin emang harus di aduin ke MK tp di daerah ini taulah orang nya keras2,hehehhe..

    Klo menurut saya pada pragraf 2 : Y klo udah d laporin kita harus nunggu apa yang terjadi dong,klo boleh tau sidang perdana di MK tsb bagaimna??apakah ada saksi yang mengaku di mendapat money politik atau kecurangannya yang gmna ?? dan langkah apa yg di ambil MK pada waktu sidang tu terjadi ??

    (^_^)||(@_@)FISIP12(03)
    #heheheheeh…..

    • Hari ini keputusan MK kita tunggu saja hasilnya apa…

      • Hasilnya sudah tahu kan..??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: