Posted by: effanzulfiqar | November 3, 2012

Hakim Hitam dan Darurat Narkoba

Adalah hakim PN Bekasi, Puji Wijayanto, bersama dua rekannya, Sidiq Pramono dan Musli Musa’ad, yang melakukan pesta narkotikan jenis sabu dan ekstasi di ruang 331, karaoke di Illigals Hotel and Club di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Mereka bertiga bersama dengan empat wanita penghibur ditangkap oleh Badan Narkotika Nasiona (BNN)  pada hari Selasa 16/10/2012. Di samping berlangsung pesta narkoba, pertemuan tersebut kuat dugaan juga untuk membicarakan kasus tertentu yang sedang ditangani hakim Puji di PN Bekasi.

Di saku sang hakim, petugas menemukan 9,5 butir ekstasi seberat 3 gram dan di tangan Sidiq Purnomo, ditemukan juga setengah butir ekstasi seberat 0,2 gram; 6 butir ekstasi seberat 2 gram serta 0,4 gram sabu lengkap dengan alat hisapnya ditemukan pada salah satu wanita penghibur, yang belakangan diketahui adalah milik Puji. Dari hasil tes urine ketujuh orang tersebut, empat orang dinyatakan positif menggunakan narkotika termasuk hakim Piji serta temannya Sidiq Pramono, dan dua wanita penghibur lainnya.

Kejadian ini setidaknya kembali mencoreng moreng wajah dunia kehakiman setelah sebelumnya berbagai kasus hakim-hakim nakal yang terlibat menerima suap dan korupsi. Bahkan hasil investigasi Komisi Yudisial (KY) menemukan ada sepuluh hakim yang terindikasi sebagai pecandu narkoba yang bertugas di Sumatera dan Jawa. Belakangan Hakim Puji memberi pengakuan bahwa masih ada beberapa hakim di Jakarta yang memakai narkoba. Bahkan katanya ada salah satu dari mereka adalah hakim PN Jakarta Pusat yang hingga hari ini masih aktif menyidangkan perkara yang terus mengkonsumsi narkoba.

Keterlibatan hakim pada kasus narkoba seharusnya bukan lagi dianggap Mahkamah Agung sebagai penyimpangan biasa tapi  sebagai penyimpangan yang luar biasa. Karena norkorba sudah dijadikan musuh bersama sebagaimana halnya korupsi. Disamping memang pelakunya adalah aparat pemerintah – hakim pula yang seharusnya bisa menjadi suri teladan. Sesuatu yang sudah tidak betul lagi bila hakim juga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Artinya sudah benar-benar rusak negeri ini dan berada dalam kondisi darurat narkoba.

Kejadian ini setidaknya menunjukkan bahwa moralitas hakim ternyata sangat bokrok. Kita tidak bisa lagi berdalih dengan mengatakan ini kan hanya satu orang yang ketangkap dan masih banyak hakim yang masih bersih dan tidak terlibat narkoba. Saya percaya permasalahan narkoba di kalangan aparat penegak hukum sebagaimana yang terjadi pada hakim Puji tak obahnya seperti gunung es, yang hanya nampak permukaannya saja. Masih ada hakim yang terlibat, cuma baru hakim Puji yang ketahuan yang lain masih aman untuk mengkonsumsi narkoba.

Kasus yang melibatkan hakim Puji tersebut semestinya dapat dijadikan sebagai warning terhadap hakim-hakim lain yang tidak mustahil juga ada yang mengkonsusmi narkoba sebagaimana tudingan KY dan pengakuan hakim Puji. Kita tidak bisa terus menerus bertoleransi terhadap kasus serupa ini. Karena bagaimanapun pelanggaran hukum yang melibatkan satu hakim sama saja dengan pelanggaran yang dilakukan sepuluh hakim. Jadi dalam hal ini harus ada hukuman yang tegas dan sanksi berat.

Belakangan ini sepertinya ancaman bahaya narkoba sudah semakin serius. Peredaran barang haram ini dari hari ke hari makin marak di tengah-tengah masyarakat. Sementara penegakan hukum terhadap para pengendar dan pembuat narkoba semakin tidak jelas. Termasuk yang memprihatikan penegak hukum ternyata juga mengkonsumsi narkoba. Kalau sudah begini kondisinya kita tidak bisa percaya lagi hakim pecandu narkoba bisa menegakkan hukum dan menjatuhkan hukuman maksimal bagi para pengedar dan pembuata narkoba?

Bahkan yang luar biasa hebatnya Lembaga Pemsyarakatan (LP) sudah dijadikan sebagai pusat pengedaran bisnis narkoba. Dimana narkoba dikendalikan pengedarannya dari dalam LP. Modus penggunaan LP sebagai pusat pengedaran narkoba yang juga melibatkan kepala LP dan sipir penjara sudah terungkap di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur, LP Nusa Kambangan, LP Karangintan Banjar Banjarbaru Kalimantan. Kasus yang sama juga terjadi LP Kerobokan Bali dan LP Way Hui di Lampung.

Begitu mencemaskannya serangan narkoba tersebut namun Pemerintah sepertinya menganggap hal yang biasa saja. Bagaimana mungkin Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono bisa memberi keringanan hukum terhadap terpidana mati narkoba Deni Setia Maharwan dan Merika Pranola. Dimana Presiden mengabulkan permohonan grasi keduanya dan mengubah hukuman menjadi pidana seumur hidup. Hebatnya, pertimbangan hukum dari MA yang diberikan kepada Presiden jelas-jelas menyatakan tidak terdapat cukup alasan untuk mengabulkan grasi dua terpidana itu.

Masih sengar dalam ingatan kita jauhnya sebelumnya, Presiden juga telah memberi pengampunan terhadap terpidana Schapelle Leigh Corby asal Australia dan grasi untuk terpidana narkoba warga Jerman Franz Grobmann. Kesalahan yang sama juga dilakukan MA yang seenaknya menganulir hukuman mati atas pemilik pabrik ekstasi di Surabaya, Hanky Gunawan. Termasuk pemilik 5,8 kg heroin, Hillary K Chimezie yang berkebangsaan Nigeria.

Diperkirakan ada 50 orang yang meninggal dunia setiap harinya karena mengkonsumsi narkoba di negeri ini. Data resmi menyebutkan bahwa jumlah pengguna narkoba di Indonesia pada 2012 ini sekitar 5 juta orang. Pengguna terbanyak berasal dari kalangan usia produktif, yakni mereka yang berumur antara 20-34 tahun. Dari hasil survei BNN diperoleh informasi bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar sudah mencapai 4,7% dari jumlah pelajar dan mahasiswa atau sekitar 921.695 orang.

Belum terhitung jumlah generasi muda kita yang kini harus menjalani terapi dan rehabilitasi. Artinya negeri ini sedang berada dalam darurat bahaya narkoba yang mengamcam masa depan bangsa, karena korbannya adalah generasi muda sang pewaris masa depan bangsa ini…….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: