Posted by: effanzulfiqar | March 11, 2013

Hugo Chavez Sang El Comandante

Setelah bertarung melawan penyakit kanker, akhirnya Presiden Venezuela Hugo Chavez menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa 6 Maret 2013. Chaves meninggal dunia dalam usia  58 tahun setelah dua tahun mencoba melawan kanker yang mengerogoti tubuhnya. Hugo Chavez  yang bernama lengkap Hugo Rafael Chavez Frias merupakan Presiden Venezuela yang berkuasa sejak 1999. Chavez lahir di tengah-tengah keluarga kelas pekerja di daerah Sabaneta, Barinas, 28 Juli 1954. Chavez adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara dan kedua orang tuanya bekerja sebagai guru.

Mantan anggota komando tentara payung berpangkat letnat kolenel 14 tahun telah menjadi orang nomor 1 di Venezuela, ia kembali dipilih oleh rakyatnya sebagai presiden pada Oktober 2012 untuk keempat kalinya. Seharusnya ia dilatik menjadi Presiden Venezuela 23 Januari 2013 dan pengucapan sumpah jabatan terpaksa ditunda karena kanker yang memaksanya harus masuk rumah sakit. Sumpah itu akhirnya, diucapkan oleh puluhan ribu rakyatnya di depan istana kepresidenan di Kota Caracas. Sumpah simbolik tersebut menandai dimulainya masa jabatan Chavez yang keempat kalinya sebagai Presiden Venezuela.

Pemuja tokoh revolusioner Simon Bolivar itu pernah berkarier di militer.  Rasa tidak puasnya atas sistem politik Venezuela yang kemudian mendorongnya mendirikan Revolutionary Bolivarian Movement-200 (/MBR-200) di awal 1980-an. Tahun 1992, suami dari Marisabel Rodriguez melakukan kudeta bersama kelompok MBR-200 melawan pemerintahan Presiden Carlos Andes Perez.  Tapi kudeta yang dilakukan gagal total. Akibatnya Chavez harus menghuni penjara selama dua tahu. Setelah bebas dari penjara, ia mendirikan partai yang berideologis sosialis demokratik yang diberi nama The Fifth Republic Movement. Partai ini kemudian yang mengantarkan  menjadi presiden Venezuela tahun 1999.

Setelah terpilih menjadi Presiden Venezuela, Hugo Chavez melakukan banyak perubahan yang revolusioner dalam sistem pemerintahan. Ia mendorong perubahan konstitusi baru yang bertujuan mengangkat harkat dan martabat kelompok miskin yang marginal. Apa yang dilakukan Chaves menyebabkan dirinya terpilih kedua kalinya dalam pemilu tahun 2000. Dalam priode kedua kepemimpinannya, dia memperkenalkan sistem yang dikenal dengan “Bolivarian Mission”  dan “Communal Council” . Chavez kerap menyebut dirinya sebagai “sosialis abad ke-21”. Ia mendirikan koperasi yang dikelola kaum pekerja dan menjalankan program reformasi agraria.

Yang tidak kalah luar biasa dari program kebijakan yang dilakukan Chavez adalah  nasionalisasi perusahaan-perusahan asing yang dumulai sejak tahun 2011. Perusaahaan asing yang dinasionalisasikan antara lain Amerika Exxon Mobil Corp menjadi Petroleos de Venezuela atau PDVSA. Perusahaan lain yang dinasionalisasi ConocoPhillips dan Gold Reserve Inc, perusahaan telepon CANTV milik Verizon (AS), perusahaan listrik Electricidad de Caracas milik AES (AS), pembangkit listrik Electrica Saneca milik CMS Energy (AS), dan ladang minyak Orinoco Belt yang dikuasai 13 perusahaan asing.

Tahun 2008 Chavez menasionalisasi Banco de Venezuela bank milik Spanyol,  perusahaan semen Cemex  (Meksiko), perusahaan semen Holcim  (Swiss), dan perusahaan tambang emas Crystallex milik Crystallex International Corp (Kanada). Tahun 2009 ia juga menasionalisasi hotel yang berlokasi di kepulauan Margarita milik Blactone Group (AS) dan tahun 2010 menasionalisasi 11 pengeboran minyak yang dikuasai Helmerich and Payne (AS).

Bagi Chavez nasionalisasi yang dilakukannya merupakan wujud simbolik perlawanan yang begitu kuat terhadap gurita kapitalisme. Sekalipun Chavez mengambil alih banyak perusahaan asing tapi ia tetap bersedia membayar kompensasi seusai dengan kesepakatan bersama atau berdasarkan nilai asset yang dihitung oleh badan arbitrasi internasional.

Lalu, pertanyaannya kapan giliran Indonesia menasionalisasi aset perusahaan asing yang sudah berpuluh tahun mengeruk habis kekayaan alam yang seharusnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat di Indonesia sebagaimana amanat UUD 1945.  Banyak korporasi asing yang beroperasi,  seperti : PT Freeport Indonesia, PT Newmont Nusa Tenggara, Phillips Oil Company, Shell Companies in Indonesia,British Petroleum, Chevron, Conoco Indonesia, Shell Companies in Indonesia, Total Indonesia E & P, Unocal Indonesia, Chevron Corporation, ExxonMobil Oil Indonesia, British Gas International Ltd,  PT Inalum Indonesia, PT Indosat dan banyak lagi korporasi asing. Hampir semua korporasi asing tersebut tidak memberikan konstribusi yang signifikan bagi negara dan masyarakat lokal.

Selama jadi Presiden Venezuela, Chavez pernah mengalami masa sulit ketika ia dipaksa  mengundurkan diri sebagai presiden 11 April 2002. Pengunduran dirinya sebagai presiden terjadi karena kuatnya tekanan pemimpin-pemimpin militer Venezuela. Hugo Chavez digulingkan melalui kudeta militer dan digantikan Pedro Carmona. Chavez sempat ditahan di Pulau La Orchila, tapi kemudian berselang hanya dua hari kemudian Chavez kembali dikukuhkan menjadi Presiden Venezuel 13 April 2002. Untuk kedua kalinya upaya untuk menggulingkan Chavez juga coba dilakukan melalui referendum 8 Agustus 2004. Hasilnya Chaves tetap tak tergoyahkan dengan jumlah dukungan terhadapnya  sebanyak 58 persen suara.

Chavez menjadi salah satu tokoh terdepan dalam aliansi “anti-imperialis” global melawan hegomeni Amerika Serikat terutama selama kepemimpinan Presiden Geroger W. Bush.  Chavez bersekutu dengan Fidel Castro yang memberi banyak inspirasi bagi Chaves untuk melawan arogansi Amerika Serikat. Chavez juga beteman dekat Evo Morales Presiden Bolivia yang berhaluan sosialis,  Presiden Ekuador Rafael Correa, Presiden Nikaragua Daniel Ortega yang sangat dibeci Amerika Serikat, Presiden Argentina Cristina Hernandez dan Presiden Iran Ahmadinejad seteru abadi Ametika Serikat. Chavez juga menginspirasi banyak pemimpin di kawasan Amerika Latin, seperti Presiden Bolivia Ivo Morales, Presiden Brazil  Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden Argentina Cristina Hernandez.

Chavez adalah sosok pemimpin yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan terhadap Negara kapitalis. Kemandirian dan jati diri bangsa Venezuela merupakan doktrin perjuangan Chavez. Ia juga tidak ingin didiktek bangsa lain, apalagi diintervensi oleh Negara manapun termasuk Amerika Serikat dan sekutunya. Yang tak kalah penting selama 14 tahun memerintah, kata Jennifer McCoy , Direktur Americas Program at the Carter Center, di Atlanta, AS :  “Chavez telah memberi identitas jelas dan rasa harga diri pada orang-orang yang selama ini terabaikan”.

Lelaki bertubuh tambun ini dalam berbagai forum, termasuk ketika berpidato di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan sangat lantang berteriak keras agar Amerika tidak mengintervensi urusan domestik negara lain seperti program nuklir yang dikembangkan Iran. Bahkan pada tahun 2006, pemimpin flamboyan berusia 58 tahun menjadi pemberitaan di seluruh dunia ketika menyebut George W Bush, sebagai “iblis” saat berbicara di podium yang sama dalam pertemuan tahunan PBB. Kata Chaves, ia mencium bau aroma setan dan belerang di podium yang ditinggalkan Bush. Lalu ia berdoa membentuk tanda salib minta perlindungan Tuhan.  Tingkah lakunya  sontak membuat tertawa anggota PBB yang hadir.

Chavez menjadi pengkritik tajam banyak kebijakan Amerika pada masa pemerintahan Bush, terutama soal penyerangan ke Irak 2003. Anehnya dia pernah memuji Presiden Barack Hussein Obama yang dinilainya harapan baru bagi dunia. Tahun 2010, ketika beretemu Presiden Suriah, Bashar Al Assad. Chavez mengataka mereka punya musuh bersama: “kekaisaran Yankee” – Amerika Serikat” dan negara genosida – Israel. Ia menyebut Presiden AS George W Bush sebagai “Mr Danger“, dan menuduh Washington “melawan teror dengan teror ” di Afghanistan.

Chavez sang pemimpin Venezuela karismatik dan sangat perduli dengan kaum miskin tersebut akan selamanya dikenang oleh rakyatnya. Sudah pasti kematiannya diratapi oleh rakyat miskin Venezuela yang sudah merasakan perubahan drastis dalam kehidupan mereka 14 tahun Chavez berkuasa di Negara kaya minyak itu. Bahkan menurut Bank Dunia kemiskinan di Venezuela berkurang drastis selama kepemimpinannya. Chavez yang pada masa kecil pernah tidak punya makanan, melakukan program kebijakan pemberantasan kemiskinan yang revoluisoner dengan mengkonversi semua hasil penjualan minyak bumi untuk mendanai proyek perumahan, kesehatan, makanan dan program pendidikan bagi kaum miskin.

Harus diakui memang selama 13 tahun Chavez berkuasa ia juga meninggalkan beberapa catatan buruk seperti memberengus habis kebebasan pers, mengebuk lawan-lawan politiknya, kekuasaan eksekutif lebih dominan di tangannya dan membuat impoten lembaga legislative – yudikatif dan militer menjadi pengikutnya.  Dimata pengkritiknya Chavez tak lebih dari seorang dictator yang sangat nepotistic. Tapi mayoritas kaum miskin menganggapnya sebagai manusia setengah dewa. Chavez yang diberi julukan sebagai El Comandante bukan seperti mantan Presiden Filipina Ferdinand Marcos yang punya kekayaan tak terbatas.

Sebelum meninggal Chavez menyampaikan kepada rakyat Venezuela untuk memilih wakilnya Nicolas Maduro. Kata Chavez .  Nicolas Maduro lelaki berusia 50 tahun itu telah lama bersama Chavez sebagai menteri luar negeri yang paling dekat dengan Chavez.   Maduro adalah sosok yang kontras dibanding Chaves, yang jarang bersifat kompromistis. Ia menjadi ketua serikat buruh, ketika bekerja di sistem metro di Caracas.  Setelah Chavez berkuasa tahun 1999, Maduro ikut andil menyusul konstitusi. Ia menjadi anggota Kongres sampai 2006, sebelum menjabat Menlu.  Ia juga pernah menjadi sopir bus. Tetapi banyak analisis meragukan Maduro sebagai penganti Chavez punya karisma dan popularitas pribadi  yang menjadi magnet para pengikut yang menyebut diri mereka “Chavistas.”

Kematian Chavez juga membuat pemerintah harus mengadakan pemilihan umum dalam waktu 30 hari. Pemilu tersebut akan menjadi ujian apakah “revolusi” sosialis ala Chavez dapat bertahan tanpa figure dirinya  yang sangat dominan. Maduro diperkirakan akan maju menjadi salah satu kandidat melawan Henrique Capriles, pemimpin oposisi yang sebelumnya kalah dalam pemilu presiden Oktober lalu.

Hal lain yang mungkin terjadi setelah meninggal Chavez adalah pecahnya koalisi kelompok kiri yang selama ini menjadi loyalis yang menyebut diri mereka sebagai chavistas. Jika Maduro kalah dalam pemilu ke depan dikuatirkan juga akan berimplikasi rusaknya aliansi yang selama ini terjalin dengan Negara Amerika Latin, terutama Kuba sekutu paling dekat yang anggaran belanja Negaranya sangat bergantung pada bantuan Chavez. Sepeninggal Chavez bisa jadi  kekuatan oposisi yang selama ini diberengus habis akan muncul kembali. Termasuk meningkatnya kekuatiran masyarakat terhadap kasus-kasus kriminal, pemadaman listrik bergilir dan inflasi yang melonjak tajam.

Neososialisme dalam wujud nasionalisasi yang dilakukan Chavez selama masa kepemimpinannya pada dasarnya adalah semangat perlawanan atas monopoli korporasi asing, kelompok dan Negara atas Negara lain. Termasuk keinginan untuk melakukan perlawanan  secara terbuka  atas Negara-negara berideologi liberalism dan kapitalisme . Chavez jelas berdiri paling depan sebagai pelopor neososialisme yang kini menyangkiti hampir sebagian besar Negara di kawasan di Amerika Selatan.

Ternyata kiprah Chavez sang peminum berat kopi ini tidak hanya ramai di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Wakil Presiden Venezuela Nicolas Maduro pernah mengatakan Chavez sebagai presiden yang jumlah follower terbanyak kedua setelah Presiden AS Barack Obama. Chavez memiliki lebih dari 4 juta follower dan Obama memiliki hampir 28 juta follower.

Di tweet terakhir, kepasrahan kembali diperlihatkan Chavez. Tapi Chavez tetap mengobarkan semangat kepada para pengikutnya. Ia menulis : “Sigo aferrado a Cristo y confiado en mis m dicos y enfermeras. Hasta la victoria siempre!! Viviremos y venceremos!!!” tulis Chavez di akun @chavezcandanga. Kira-kira, ini terjemahan dalam bahasa Indonesia: “Saya masih berpegang kepada Kristus dan percaya pada dokter dan perawat. Teruslah (berjuang) untuk kemenangan! Kita akan terus hidup dan melawan!!!”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: