Posted by: effanzulfiqar | October 29, 2013

DPT Bermasalah ? Cerita Lama

Sejak awalnya sudah bisa diprediksi rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) nasional akan tertunda. Penetapan DPT semestinya dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) 23 Oktober 2013 dan terpaksa ditunda hingga 4 November 2013. Sebelumnya KPU sudah mengundurkan jadwal penetapan DPT untuk tingkat kabupaten/kota. Penundaan jadwal penetapan DPT 23 Oktober 2013 itu merupakan jadwal yang sudah dimundurkan satu bulan. Artinya, untuk kedua kalinya penetapan DPT molor lagi dari jadwal yang ditetapkan KPU.

Penundaan penetapan DPT secara nasional merupakan tuntutan partai politik dan rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Alasan utama penundaan itu karena DPT belum valid dan bila dipaksa penetapannya akan berpotensi mengulang kesalahan yang sama seperti Pemilu 2009. Sebagaimana diketahui Pemilu 2009 adalah pemilih terburuk dalam sejarah penyelenggaran Pemilu di negeri ini yang bersumber dari DPT yang amburadul.

Berdasarkan ketentuan dalam pasal 33 ayat 2 UU Nomor 8 Tahun 2012, yang menyebut, DPT memuat, NIK, nama, tanggal lahir, jenis kelamin dan alamat. Ketentuan administratif ini masih banyak yang tidak lengkap terisi dalam DPT. Adapun masalah lain yang muncul dalam DPT adalah masih ditemukannya pemilih ganda, pemilih tak terdaftar, pemilih yang sudah meninggal dunia, anak-anak di bawah umur, pindah domisili tetap, berstatus TNI/Polisi aktif dan pemilih berganti status dari TNI/Polisi aktif menjadi sipil.

Molornya jadwal penetapan DPT secara nasional melulu bukan kesalahan KPU. Pemerintah dalam hal ini Kemendagri turut andil menjadi penyebab bermasalahnya DPT. Bukankah data untuk DPS berasal dari DP4 (Daftar Potensial Penduduk Pemilih Pemilu) yang diberikan Kemendagri ? Sangat tidak elok kalau Mendagri mengatakan tidak ada hubungan dengan beliau dan menyebut tugas Kemendagri sudah selesai pada saat penyerahan DP4 ke KPU.

Kita tidak tahu pasti apakah dengan penundaan penetapan DPT dalam waktu empat belas hari kedepan akan bisa terselesaikan KPU permasalahan keakuratan data pemilih. Untuk itu sangat diharapan semua penyelenggara pemilu di semua tingkatan bisa melakukan perbaikan kembali data pemilih yang bermasalah dalam DPT sesuai dengan data yang sebenarnya.

Kuat dugaan penyebab tidak validnya data DPT karena kinerja Pantarlih (Panitia Pendaftaran Pemilih) yang tidak maksimal, di samping lemahnya pengawasan yang dilakukan KPU kabupaten/kota terhadap petugas Pantarlih. Artinya KPU kabupaten/kota sebatas hanya mencocokan data di atas kertas saja tanpa pernah mengkroscek kembali dengan data real pemilih sesuai atau tidak. Pembentukan Pantarlih yang terlambat karena anggaran yang telat sedikit banyaknya juga berkonstribusi terhadap rendahnya kinerja mereka di lapangan.

Muncul masalah dalam DPT juga tidak terlepas dari sikap KPU yang terlalu percaya diri selama ini dan ini ditambah lagi sikap yang kurang mau mendengar masukan yang disampaikan publik. KPU bersikukuh Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) yang mereka punya cukup valid dalam menyaring data DP4 menjadi DPSHP dan sebagian DPT di sejumlah kabupaten-kota. Kalaupun ternyata kemudian DPT yang ada bermasalah.

Bermasalahnya DPT juga karena tidak ada kerja sama yang bersinergi antara KPU, Bawaslu, dan Kemendagri. Ketiga lembaga tersebut hanya jalan sendiri-sendiri tanpa adanya koordinasi dan komunikasi sejak awalnya. Yang terjadi kemudian adalah saling klaim. Seharusnya tiga lembaga tersebut punya rasa tanggungjawab yang sama bagaimana menghasilkan DPT yang akurat dan berkualitas.

Peran Bawaslu menjadi sangat penting dalam membantu penyisiran dan pembersihan DPT yang bermasalah. Tidak etis rasanya Bawaslu sebagai lembaga yang merekomendasikan penundaan DPT hanya berdiam diri begitu saja. Bawaslu harus bisa menunjukan data real kepada KPU bukan data yang bersifat analisis. Bawaslu mestinya menyodorkan kepada KPU data yang kongkrit sehingga KPU bisa lebih fokus dalam melakukan perbaikan DPT.

Partai politik juga diharapkan tidak hanya tahunya marah-marah kepada KPU tapi harus bisa membantu menyelesaikan masalah DPT dengan jalan menunjukan data yang terukur. Artinya bukan hanya meminta penundaan tapi tidak bisa mencari jalan keluarnya. Dalam hal ini parpol sebagai pihak yang sebenarnya paling berkepentingan hendaknya bisa juga memberikan data bandingan kepada KPU terkait dengan DPT yang bermasalah tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan KPU adalah hasil temuan Migrant Care terkait dengan pemilih di luar negeri. Seperti telah dilansir oleh Migrant Care masih ada jutaan pemilih yang belum terdaftar dalam DPT. Menjadi tugas KPU untuk menindak lajuti temuan Migrant Care untuk secepatnya memasukan mereka yang punya hak pilih dalam DPT, sehingga peristiwa Pemilu 2009 tidak perlu terulang kembali.

Bagi KPU sendiri diharapkan bisa memaksimalkan semua penyelenggara pemilu di semua tingkatan, terutama Pantarlih untuk melakukan penyisiran atas semua data-data pemilih dalam DPT yang tidak valid. Yang menjadi pertanyaan apakah KPU kabupaten/kota yang sedang sibuk menghadapi uji kepatutan dan kelayakan masih bisa bekerja secara maksimal dengan waktu yang demikian mepetnya ? Sementara itu di beberapa daerah kabupaten/kota KPU sudah berakhir masa tugasnya tanggal 28 Oktober ini.

Kalaupun memang tidak mungkin bisa terpenuhi akurasi DPT sampai 100% mengingat mobilitas penduduk yang berubah-ubah, baik penduduk masuk, keluar dan meninggal. Tinggal sekarang bagaimana Kemendagri, Bawaslu dan partai politik menyandingkan data masing-masing dengan data KPU untuk diketahui DPT yang bermasalah dan secepatnya diperbaiki. Bukan lagi saling klaim – melempar tanggungjawab dan kesalahan. Akhir kata jangan sampai warga yang berhak memilih tapi tidak terdaftar dalam DPT, karena ini pelanggaran terhadap hak-hak sipil warga Negara.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: