Posted by: effanzulfiqar | November 2, 2013

Berharap Sutarman Seperti Hoegeng

Adalah Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah mengatakan hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia. Yaitu, patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng Iman Santosa. Apa yang disebut Gus Dur merupakan ironi di tengah sulitnya mencari polisi jujur di negeri ini. Seandainyapun itu ada, sudah langka ditemukan. Kita berharap Sutarman adalah reinkarnasi dari Hoegeng yang menjabat sebagai Kapolri dari 15 Mei 1968 – 2 Oktober 1972.

Komjen Pol Sutarman telah dilantik menjadi Kapolri Jumat, 25 Oktober 2013 di Istana Negara. Pengajuannya sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden disetujui DPR tanggal 22 Oktober 2013 yang lewat secara bulat untuk menggantikan Jenderal Pol Timur Pradopo yang memasuki masa pensiun. Komisi III DPR berharap Sutarman dapat mendongkrak kembali citra dan wibawa lembaga Polri sebagai alat Negara yang sedang terpuruk.

Sutarman juga diminta oleh Komisi III dalam program 100 hari kedepan bisa menyelesaikan beberapa kasus yang tertunda penyelesaian pada priode kepemimpinan Timur Pradopo. Seperti kasus Aipda Labora Sitorus yang diduga telah mengalirkan uang haramanya ke sejumlah petinggi Polri dan penembakan terhadap anggota Polri yang belum terungkap siapa sebenarnya pelaku utama dan motifnya.

Sutarman juga diminta agar dalam mutasi, promosi dan kenaikan pangkat di tubuh Polri hendaknya tidak lagi didasarkan pada dinasti dan upeti. Sebagaimana dikatakan Anggota Komisi III DPR RI Gede Pasek Suardika, dalam praktiknya proses kenaikan pangkat anggota Polri tidak didasarkan penilaiaan kinerjanya, melainkan faktor kedekatan dengan pimpinan Polri. Sutarman juga diminta komitmennya untuk membangun azas meritokrasi di internal Polri.

Sutarman dalam uji kelayakan dan kepatutan memaparkan sembilan misinya. Diantaranya yang dianggap sangat mendesak pelaksanaanya pengungkapan dan penuntasan kasus kejahatan yang merugikan kekayaan Negara. Percepatan program reformasi birokrasi Polri melalui pembangunan zona integritas. Mengembangkan sistem pembinaan personel melalui rekruitmen dan pembinaan karir bebas KKN, akuntabel dan humanis. Peningkatan profesionalisme dibidang pemeliharaan Harkamtibmas penegakan hukum dalam rangka pelayanan masyarakat.

Misi lain dari Sutarman adalah memperkuat bidang kehumasan untuk mendukung keterbukaan informasi publik dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat – publik trust. Meningkatkan asestibilitas pelayanan Polri pada masyarakat dan pengembangan sistem pengawasan untuk mewujudkan pelayanan bebas KKN. Visi Misi tersebut menurut Sutarman dijabarkan dalam empat strategi penguatan, yaitu penguatan pembinaan, penguatan oprasional, penguatan sinergitas polisional dan penguatan pengawasan.

Tugas berat yang dihadapi Sutarman bagaimana menjadikan Polisi berwajah lebih humanis yang bisa dekat dan diterima masyarakat. Mengingat belakangan ini, kepercayaan publik kepada Polri semakin menurun. Sutarman jelas kini punya tanggungjawab untuk mengembalikan citra Polri yang sudah terpuruk tersebut. Indikator buruknya citra Polri di mata masyarakat bisa dilihat tingginya angka pengrusakan fasilitas Polri yang dilakukan masyarakat di banyak tempat. Untuk itu Sutarman harus berani melakukan pembenahan dan perubahan yang mendasar di internal kepolisian sampai ke tingkat Polsek.

Survei Global Corruption Barometer 2013 oleh Transparency International, menyebut polisi sebagai lembaga yang dianggap paling korup dan ini menjadi pekerjaan rumah terberat bagi Sutarman. Karena Kapolri sebelumnya tidak mampu membabat habis kasus korupsi di internal Polri, kalaupun Timur Pradopo yang pada awalnya berjanji untuk bertindak tegas. Sutarman telah berjanji untuk membongkar habis semua yang berbau KKN di internal Polri. Bahkan soal korupsi ia berjanji untuk memprioritaskan pengungkapan kasus-kasus korupsi yang bukan hanya berskala ecek-ecek.

Publik berharap Sutarman bisa membawa perubahan besar ditubuh Polri sesuai visi dan misi yang disampaikan di DPR. Sutarman harus bisa mengubah image yang sudah terlanjur membentuk opini publik jika berurusan dengan polisi sudah pasti diminta imbalan. Kesan yang selama ini muncul dalam masyarakat kalau melapor, “hilang ayam, bisa-bisa hilang kambing”, harus bisa dihilangkan Sutarman sebagai Kapolri yang baru.

Sering terjadi ketika masyarakat melapor atau menyampaikan keluhannya di sentra pelayanan bukannya dilayani tapi kerap “dipimpong” kesana kemari. Bahkan tidak jarang masyarakat sering dipusingkan, bukannya ditolong malah disodorkan segala macam prosedur yang tidak transparan – akuntabel yang ujung-ujung sering diminta “duit” (?).
Artinya, Polri sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat hendaknya jangan hanya sebatas slogan dan tulisan saja yang terpapang di pintu masuk markas Polisi. Tapi harus benar-benar dilaksanakan dan dibuktikan secata nyata. Selama ini terkesan slogan itu masih sebatas wacana. Faktanya, Polisi belum mampu menjadi pelindung, pelayan, apalagi menjadi pengayom masyarakat dan justru sebaliknya yang terjadi.

Seharusnya Polisi melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat, bukan sebaliknya memoroti, menyusahi, apalagi menyakiti masyarakat. Kehadiran polisi kerap bukan membuat nyaman justru membuat masyarakat menjadi merasa sesak dan tidak nyaman. Disamping itu Polisi yang seharusnya menjadi pengayom dan panutan bagi masyarakat belum sepenuhnya bisa dijadikan sebagai role model bila melihat perilaku buruk yang sering dipertontonkan oknum Polisi, seperti menjadi pengguna narkoba, memeras, main pukul atau membengking perjudian.

Masyarakat sebenarnya masih percaya tidak semua Polisi jeleknya perilakunya, hanya beberapa polisi yang berperilaku buruk. Tapi jangan seperti kata pepatah, “gara-gara setitik nila, rusak susu sebelanga”. Sutarman sebagai Kapolri baru diharapkan punya komimen kuat untuk berani bertindak tegas memangkas habis semua polisi-polisi nakal bermental bobrok yang telah merusak citra lembaga kepolisian di mata masyarakat. Selamat bertugas Jenderal Pol Sutarman..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: