Posted by: effanzulfiqar | April 22, 2014

Pergeseran Peta Politik Sumut

Pemilu 2014 merupakan pemilu terpahit yang dialami Partai Demokrat dibandingkan dengan Pemilu 2004 dan 2009. Prediksi Demokrat akan mengalami kekalahan telak secara nasional terbukti sudah. Kuatnya turbulensi politik dalam tubuh partai berlambang mercy ini menjadi penyebab merosotnya suara Demokrat. Kondisi ini diperparah lagi dengan efek SBY yang tidak memberikan pengaruh apapun seperti Pemilu 2009.

Di Pemilu 2009 untuk Dapil Sumut saja Demokrat sukses menyabet sepuluh kursi dari 30 kursi DPR. Untuk kursi DPRD Sumut juga dikuasai Partai Demokrat sebanyak 22, termasuk sebagian besar kursi DPRD kabupaten/kota. Sementara Partai Golkar dan PDIP yang selama ini menjadikan Sumut sebagai lumbung suara berada di bawah bayang-bayang kekuatan Demokrat di parlemen nasional dan lokal.

Gambaran kekuatan porpol di tingkat nasional tercermin pula di tingkat lokal, kecuali untuk beberapa daerah yang menjadi basis-basis tradisonal parpol. Sudah dapat dipastikan hal ini akan terjadi, dimana pergeseran peta kekuatan politik di tingkat nasional dengan sendirinya akan berimplikasi terjadinya pengeseran peta kekuatan parpol di tingkat lokal, baik di DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Mungkin yang tidak berubah hanya penghuni lembaga legislatif terpilih, tetap muka-muka lama.

Kini di Pemilu 2014 Golkar bersama PDIP sukses menggulung Demokrat di semua daerah pemilihan untuk kursi DPR/DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Yang mengejutkan kemunculan Partai Gerindra sebagai kekuatan baru dalam percaturan politik di Sumut. Suara Gerindra di wilayah kabupaten/kota di Sumut diperkirakan merata. Adapun PAN, PPP, PKS, PKB, Hanura, PBB dan PKPI tidak mendapatkan suara yang merata di wilayah Sumut.

Pertarungan Pemilu 2014 di Sumut sepertinya mengulang kembali sejarah pertarungan klasik partai politik berhaluan nasionalis yang direpsentasikan Golkar dan PDIP yang terjadi sejak reformasi. Dimana semua wilayah kabupaten/kota di Sumut dikuasai bendera kuning dan merah bergantian. Hanya Golkar dan PDIP yang silih berganti menjadi penguasa di wilayah Sumut dan baru Pemilu 2009 diambil alih Demokrat dan kini direbut kembali PDIP dan Golkar.

Menguatnya kembali kekuatan nasionalis di Sumut yang diwakili Golkar dan PDIP jelas terlihat di wilayah bagian Utara, Timur dan Barat Sumut yang meliputi wilayah kabupaten/kota Karo, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Pematangsiantar, Simalungun, Tapanuli Tengah dan Kepulauan Nias. Kedua partai politik ini juga di basis-basis pemilih terbanyak seperti Kota Medan, Binjai, Deliserdang dan Langkat ini saling berebutan untuk memanen suara pemilih yang dulu diambil Demokrat.

Kekalahan Pemilu 2009 di Sumut setidaknya membuat Golkar tidak ingin terpuruk kembali. Dari 33 kabupaten/kota di wilayah Sumut, diperkirakan Golkar sukses mendulang suara di 25 kabupaten/kota. Demikian juga PDIP tetap mendapatkan dukungan dari basis-basis pemilih fanatik nasionalis sejak Pemilu 1955 yang meliputi wilayah Tapanuli Utara, Tobasa, Pakpak Barat, Karo, Simalungun, Pematangsiantar, Deli Serdang, Tapanuli Tengah dan Kepulauan Nias.

Suara Golkar dan PDIP dalam Pemilu 2009 yang dicuri habis Demokrat sepertinya sudah kembali. Suara Demokrat juga sebagian diambil Gerindra dan NasDem. Suara terbesar Demokrat yang diambil kembali berada di basis-basis yang selama ini menjadi lumbung suara kekuatan Golkar dan PDIP dalam Pemilu 1999, 2004 dan 2009. Termasuk di sebagian wilayah Tapanuli bagian Selatan suara Demokrat juga sudah berpindah ke Golkar, PDIP, Gerindra dan partai politik lainnya.

Dominasi Incumben

Bila melihat nama-nama caleg yang menghuni Dapil Sumut yang hampir 90% adalah muka lama yang akan kembali melenggang ke Senayan. Faktor ketokohan, popularitas, kekuatan jaringan dan financial yang dimiliki tetap menjadi modal utama mereka untuk kembali menginjakan kakinya di Senanyan. Tanpa dukungan itu sangat sulit untuk duduk kembali. Faktanya memang kekuatan financial dan jaringan tetap menjadi variable penentu lolosnya mereka mewakili Sumut.

Beberapa nama di Dapil I yang kemungkinan besar terpilih adalah figur-figur yang sudah lama dikenal public. Kalaupun ada beberapa nama baru yang selama ini berkiprah di tingkat lokal juga kemungkinan besar akan lolos ke Senayan seperti HR Muhammad Syafi’i – Gerindra. Sofyan Tan – PDIP dan Prananda Surya Paloh anak Surya Paloh – NasDem diperkirakan juga bakal lolos ke Senayan. Meskipun mereka muka baru yang belum punya jam terbang nasional.

Adapun caleg incumbent diprediksi akan tetap melenggang ke Senayang dari Dapil I Menkominfo Tifatul Sembiring – PKS, Nurdin Tampubolon – Hanura, Hasrul Azwar – PPP dan Ruhut Sitompul dari Demokrat. Sedangkan Sutan Batoegana kemungkinan tidak akan lolos ke Senayan bila suara yang diperolehnya lebih kecil dari Ruhut. Sementara Abdul Wahab Dalimunthe sebagai pemegang suara terbanyak Pemilu 2009 sepertinya tidak akan lolos, termasuk Jafar Nainggolan dan Sri Novida.

Dari Golkar kemungkinan besar yang lolos ke Senayan Leo Nababan dan Meutya Hafid. Jika Meutya terpilih, ia menjadi legislator perempuan satu-satunya yang akan duduk di Senayan dari Dapil Sumut setelah Sri Novidara dari Demokrat tidak terpilih lagi. PDIP kemungkinan besar diwakili oleh anggota DPR periode sebelumnya Irmadi Lubis, atau bisa jadi politisi senior Firman Jaya Daeli yang berada di nomor urut 5.

Dapil Sumut II juga terjadi kompetisi ketat antar caleg incumbent, baik antar partai politik maupun di internal partai politik. Rambe Kamarul Zaman dan Neil Iskandar Daulay keduanya dari Golkar diperkirakan akan lolos. Sedangkan dari PDIP diprediksi meloloskan Trimedya Panjaitan dan Yasonna Hamonangan Laoly. Demokrat diprediksi yang lolos ke Senayan hanya Jhoni Allen Marbun. Adapun Saidi Butar-Butar, Jonny Buyung Saragih dan Imran Muchtar peluangnya sangat kecil untuk terpilih kembali.

Sisa lima kursi lainnya akan dibagi rata untuk Gus Irawan Pasaribu – Gerindra yang kemungkinan bisa menjadi peraih suara terbanyak. Iskan Qolba Lubis – PKS, Marwan Dasopang – PKB atau Saleh Partahonan/Yahdil Abdi Harahap – PAN. NasDem kemungkin yang ke Senayan antara Martin Manurung/Edward Sihombing. Hanura belum pasti siapa yang lolos apakah Armyn Gulton atau Herry Lontung Siregar.

Di Dapil III juga diperkirakan tetap wajah-wajah lama yang akan lolos ke Senayan. Golkar kemungkinan besar akan mendapatkan tiga kursi yakni, Anthon Sihombing, Ahmad Doli Kurnia dan Ali Wongso Sinaga sekalipun berada di nomor urut 4. Adapun PDIP diprediksi mendapatkan dua kursi atas nama Tritamtomo. Sementara kursi kedua akan diperebutkan antara Sudirman Tarigan atau Junimart Girsang.

Sisanya akan kemungkinan besar akan disabet Marthin Hutabarat dari Gerindra dan Nasril Bahar – PAN yang punya basis massa kuat di wilayah Langkat dan Binjai. Dari Demokrat kemungkinan akan terjadi pertarungan ketat antara Eddy Ramli Sitanggang dan Hinca Panjaitan. Eddy sepertinya yang bakalan lolos ke Senayan lantaran diuntungkan dengan statusnya sebagai caleg incumbent.

Perebutan kursi juga diprediksi di internal PKS akan terjadi antara Anshory Siregar dan Sigit Pramono Asri. Sepertinya Sigit akan kalah dari Anshory yang punya jaringan lebih kuat di Dapil ini. Hal yang sama juga akan terjadi antara caleg NasDem Ali Umri dengan 2 Elman Saragih. Peluang untuk lolos ke Senayan sepertinya berada di tangan Ali Umri sebagai ketua partai dan mantan petinggi Golkar Sumut yang punya jaringan lebih kuat.

Akhir kata siapapun yang terpilih ke Senayan seharusnya bisa menjadi satu kekuatan yang solid menyuarakan kepentingan masyarakat Sumut. Karena Provinsi ini masih menghadapi masalah infrastruktur dan kelistrikan yang perlu penyelesaian tuntas. Kiprah dan kerja nyata mereka sebagai wakil rakyat Sumut sangat diharapkan jauh lebih baik kinerjanya dari wakil rakyat sebelumnya, kalaupun yang terpilih tetap wajah-wajah lama.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: