Posted by: effanzulfiqar | May 31, 2014

Aku Pilih Capres Pro Pertanian

Sektor pertanian sampai hari ini sebagai sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional belum mendapat perhatian serius dari pemerintah sejak bergulirnya reformasi. Termasuk dua priode pemerintahan SBY sekalipun yang bersangkutan adalah jebolan doktor pertanian dari IPB tetap tidak memiliki fokus yang jelas dalam pembangunan sektor ini. Lihat saja sejak dari mulai dari proteksi, subsidi, pemberian kredit, pembangunan infrastruktur, tata niaga dan pemasaran hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor pertanian dan petani sendiri.

Yang lebih ironis serbuan hasil produk pertanian import luar biasa besar masuk ke Indonesia dari tahun ke tahun untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri seperti kedelai, beras, bawang, ubi kayu dan beraneka macam jenis buah-buahan dan daging sapi. Memprihatinkan memang, sebuah paradok yang terjadi di negeri yang mendapat julukan sebagai Negara agraris terbesar di dunia. Nasib para petani juga bukannya membaik, meskipun konstribusi sektor pertanian pada pendapatan nasional tetap besar

Sebut saja sebagai contoh import beras yang terus meningkat setiap tahunnya, merujuk pada data BPS tahun 2013 saja, yang menyebut import mencapai angka 472 ribu ton yang berasal dari Vietnam, Thailand, India, Pakistan dan Myanmar. Sepanjang masih terus terjadi liberasi pangan dan terbukanya kran import seperti sekarang ini, maka sangat sulit mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan. Padahal Indonesia pernah memperoleh predikat swasembada beras pada masa pemerintahan Soeharto.

Bahkan dalam sepuluh tahun terakhir ini bisa dikatakan sektor ini semakin babak belur kalaupun faktualnya sektor pertanian masih menjadi katup pengaman menampung luapan tenaga kerja yang tidak terserap di sektor formal terutama di wilayah pedesaan. Mengingat sebagian besar penduduk Indonesia masih menggantungkan hidup di sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama dengan jumlah 39 juta petani dari total 110 juta jumlah tenaga kerja di lapangan berdasarkan data BPS tahun 2013

Semua ini membuktikan bahwa pemerintah sama sekali tidak punya kebijakan dan fokus yang jelas bagi pembangunan pertanian di Indonesia, terutama bagaimana meningkatkan kehidupan petani pada posisi yang lebih bermartabat. Selama ini pemerintah jelas tidak punya komitmen bagi pemberdayaan petani dan sektor pertanian pada umumnya. Pertanian di Indonesia saat ini berada dalam situasi paradoks, negeri agraris namun tidak memiliki kedaulatan bidang pertanian.

Sampai hari ini model pertanian Indonesia masih bercirikan bentuk skala kecil, modal terbatas, penggunaan teknologi sederhana, dipengaruhi musim, wilayah pasar lokal, menggunakan tenaga kerja keluarga yang berimbas terjadinya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi), penggunaan benih yang tak bermutu, kelangkaan pupuk pada saat musim tanam, akses terhadap kredit terbatas, pasar komoditi pertanian dimonopoli para pedagang bermodal kuat sehingga terjadi eksploitasi harga yang sangat merugikan para petani. Konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian yang semakin meluas dan produktivitas/mutu yang rendah serta kontinuitas yang tidak terjamin.

Bila membaca visi dan misi dua calon presiden Jokowi dan Prabowo ada kesamaan di antara mereka dalam rangka pembangunan pertanian yang sama-sama menitik beratkan akan arti pentingnya negeri ini punya kedaulatan atas pangan dan kesejahteraan petani. Sementara di bidang-bidang lain yang terkait dengan pertanian seperti pencegahan terjadinya konversi lahan-lahan produktif menjadi daerah permukiman dan industri tetap menjadi prioritas keduanya.

Demikian juga pembangunan infrastruktur pertanian seperti bendungan/waduk baik dalam rangka pencetakan sawah baru tetap menjadi fokus utama mereka, termasuk pemberian modal kredit bagi petani dan pendirian bank pertanian, penyedian bibit dan pembangunan pabrik pupuk. Perbaikan mata rantai tata niaga pertanian yang kurang memberi keuntungan bagi petani dan penggunaan teknologi pra dan pasca panen yang selama ini sangat minim.

Namun dari visi dan misi keduanya terkait dengan pembangunan pertanian jelas Prabowo yang lebih unggul dan menyakinkan akan mampu mewujudkan hal tersebut. Mengingat dia adalah bekas Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) selama dua priode. Artinya Prabowo bukan merupakan orang asing dalam dunia pertanian. Jadi sudah pasti lebih mengetahui permasalahan dan solusi terbaik bagi pembangunan pertanian di Indonesia dibandingkan dengan Jokowi yang kurang bersentuhan dengan sektor ini.

Bila yang terpilih Prabowo saya sangat percaya dia akan lebih mampuni dan punya respek yang lebih tinggi terhadap pembangunan pertanian dan nasib petani yang dalam lima belas tahun terakhir ini nasibnya sudah makin terpuruk karena tidak adanya kebijakan pemerintah yang pro pertanian dan petani. Prabowo sepertinya benar-benar mengetahui dan menyelami suasana batin para petani secara utuh. Artinya Prabowo tidaklah “ujug-ujug” punya respek dan komitmen pro pertanian begitu menjadi calon presiden.

Sebagai wujud nyata dan keseriusan Prabowo memajukan bidang pertanian dan peternakan jauh sebelumnya ia sudah membangun pusat pelatihan, pendidikan dan penyuluhan serta usaha pertanian dan peternakan kambing Ettawa di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor. Secara rutin beliau telah mengundang para petani terutama para pemuda yang punya minat dan komitmen untuk menjadi petani mandiri dan professional dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan di bidang pembangunan pertanian terpadu di lokasi tersebut.

Kita berharap Prabowo akan bisa menempatkan pertanian sebagai leading sektor bukan menjadi sektor terbelakang yang tidak pernah diberi proteksi dengan berbagai kebijakan yang menguntunkan para petani dan pertanian. Kebijakan keran import segala macam jenis produksi pertanian, terutama holtikultura yang sangat menyengsarakan petani diharapkan akan berakhir. Demikian juga kedaulatan di bidang pangan dan ketahanan pangan akan terwujudkan bila Probowo yang menjadi Presiden.

Prabowo menurut hemat saya lebih terukur, fokus dan komit untuk memajukan pertanian Indonesia terutama untuk menghentikan kebijakan alih fungsi lahan pertanian produktif yang setiap tahunnya sudah mencapai 100.000 ha. Demikian juga membangun infrastruktur pedesaan terutama pembangunan bendungan-bendungan baru, saluran irigasi primer, sekunder dan tersier serta perbaikan infrastruktur lainnya. Termasuk pemberian insentif pajak bagi pengusaha kecil/menengah yang bergerak di sektor pertanian/pangan, memberikan porsi subsidi yang layak dalam APBN bagi pertanian dan semua yang mendukung kebijakan pertanian dan memberikan akses yang luas bagi para petani miskin untuk memiliki lahan sendiri.

Saya juga sangat percaya Prabowo akan berani mengeluarkan Indonesia dari jebakan WTO yang sangat merugikan para petani. Keterikatan terhadap WTO menjadi salah satu penyebab Indonesia tidak bisa berdaulat di bidang pangan. Aturan yang ditetapkan WTO yang mewajibkan pemerintah menurunkan tarif dasar import pertanian, membatasi subsidi/proteksi pemerintah terhadap sektor pertanian, bahkan penghapusan subsidi ekspor produk pertanian. Jelas ini hanya menguntungkan negara-negara yang pertaniannya sudah maju dan merugikan Indonesia karena sampai kapanpun tidak akan mampu bersaing dengan produk import yang membanjiri negara kita sebagai akibat kebijakan WTO tersebut.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menempatkan Prabowo sebagai calon presiden pada posisi yang lebih unggul dam berhasil dalam pembangunan pertanian dan pemberdayaan petani nantinya dibandingkan Jokowi bila sudah terpilih. Prabowo menurut hemat saya lebih pro dan respek terhadap pembangunan pertanian dan pemberdayaan petani berdasarkan jejak rekam keperdulian dari beliau terhadap sektor ini. Dan hanya beliau menurut hemat saya yang akan mampu mewujudkan kedaulatan bangsa ini dalam bidang pangan – ketahan pangan dan menaikan harkat – martabat para petani yang berjumlah mayoritas di negeri ini. Jadi saya akan pilih Prabowo dalam Pilpres 9 Juli ini. Bagaimana dengan anda – para petani ? Apakah juga akan memilih Prabowo ? Silakan tanya nurani masing-masing.


Responses

  1. tetunya pak. Kami sebagai petani dan hidup dari bertani kami mendukung capres yg pro pertanian. Krna bgaimanapun mnrt kami petani adalah ruhnya Indonesia.

    • Ternyata yang pro pertanian tidak terpilih justru yang terpilih yang….hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: