Posted by: effanzulfiqar | October 28, 2016

BUM Desa : Kenapa Tidak ?

Keberadaan UU No 6/2014 tentang Desa semakin mempertegas posisi Pemerintahan Desa sebagai pemerintahan terendah yang memiliki otonomi. Otonomi desa ini diperkuat lagi dengan keluarnya PP No 43/2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 6/2014 tentang Desa. Otonomi desa dalam praktiknya adalah kewenangan desa yang merupakan hak yang dimiliki desa untuk mengatur secara penuh urusan rumah tangga sendiri.

Kewenangan desa tersebut meliputi kewenangan bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan adat istiadat desa.

Selain diberikan hak untuk mengatur secara utuh urusan rumah tangga sendiri sesuai kewenangan otonomi dimaksudkan. Pemerintah Desa juga mempunyai kewajiban untuk mampu secara berdaya guna dan berhasil guna meningkatkan perekonomian dan pelayanan masyarakat sesuai kewenanagan dan potensi yang dimiliki desa.

Untuk mencapai tujuan memajukan perekonomian dan pelayanan masyarakat, maka desa harus punya strategi khusus untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi dimaksudkan adalah bagaimana mengelola potensi dan kekayaan yang dimiliki desa untuk dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemaslahatan masyarakat desa.

Salah satu strategi untuk mempercepat peningkatan ekonomi dan pelayanan masyarakat desa ialah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Bahkan dalam rangka kerja sama antar desa, dibolehkan dua desa atau lebih membentuk BUM Desa, yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh dua desa atau lebih.

UU No 6/2014, PP No 43/2014 dan Permendes No.4/2015 menyebutkan pendirian BUM Desa dilakukan melalui musyawarah desa. Musyawarah desa dimaksud membahas antara lain : pendirian sesuai dengan kondisi ekonomi dan sosial budaya masyarakat, organisasi pengelola, modal usaha dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUM Desa.

Pendirian BUM Desa bertujuan meningkatkan perekonomian desa; mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa; meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa; mengembangkan rencana kerja sama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga;

Tujuan lain dari pendirian BUM Desa untuk menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga; membuka lapangan kerja; meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa; dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa.

Dengan demikian dapat dikatakan keberadaan BUM Desa memberikan pengaruh signifikan bagai peningkatan ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki desa itu sendiri.

Adapun yang menjadi pertimbangan pendirian BUM Desa adalah inisiatif Pemerintah Desa dan/atau masyarakat Desa, potensi usaha ekonomi, sumberdaya alam, sumberdaya manusia yang mampu mengelola BUM Desa dan penyertaan modal dari Pemerintah Desa dalam bentuk pembiayaan dan kekayaan desa yang diserahkan untuk dikelola sebagai bagian dari usaha BUM Desa.

Terkait dengan bentuk BUM Desa yang didirikan oleh Pemerintah Desa bersama dengan masyarakat tidak ada keharusan keseragaman secara nasional, tapi lebih pada karakteristik lokal masing-masing desa, termasuk potensi dan sumber daya yang dimiliki setiap desa. Sedangkan pengaturan lebih lanjut tentang BUM Desa diatur melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Desa sebagai dasar legalitas berdirinya BUM Desa.

Menyangkut pengelolaan BUM Desa, Permendesa No. 4/2015 mengatur secara jelas dan detail pengelolaan teknis BUM Desa disertai dengan peran dan fungsi dari masing-masing perangkatnya. Kalaupun memang isi Permendesa tersebut berlaku nasional, tapi dalam pelaksanaannya harus ada penyesuaian dengan kondisi lokal yang nantinya diatur dalam Peraturan Bupati/Walikota berdasarkan keadaan alam, lingkungan dan budaya setempat.

Keberadaan BUM Desa diharapkan bisa menjadi lokomotif perekonomian desa yang memberi mamfaat bagi masyarakat desa melalui pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan potensi kekayaan desa. Faktanya peluang bagi keberhasilan BUM Desa untuk mengelolah dan memamfaatkan sumber-sumber kekayaan desa terbuka lebar dengan potensi yang cukup besar dan beragam.

BUM Desa bisa bergerak dalam bisnis sosial (social business) sederhana yang memberikan pelayan umum (serving) kepada masyarakat, seperti usaha air minum, listrik desa, lumbung pangan dan sumber daya lolak dan teknologi tepat guna. BUM Desa juga bisa bergerak dalam usaha penyewaan (renting) untuk melayani kebutuhan masyarakat dan memperoleh Pendapatan Asli Desa dengan jalan penyewaan alat-alat transportasi/pertanian, peralatan pesta, gedung pertemuan dan tanah.

Usaha lain yang bisa dijalankan BUM Desa menjadi perantara (brokering) yang memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat dengan menjalankan kegiatan usaha perantara yang meliputi jasa pembayaran listrik, PAM, telp, Pajak Kendaraan Bermotor dan pasar desa untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan masyarakat dan jasa pelayanan lainnya.

Bisnis keuangan (financial business) salah satu usaha yang dapat dijalankan BUM Desa untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat desa dengan bunga rendah dibandingkan yang ditawarkan para rentenir/bank-bank konvensional. Tentunya dengan mendirikan bank desa/lembaga perkreditan desa/ lembaga keuangan mikro desa dan unit usaha dana bergulir.

Peluang usaha lain yang dapat dijalankan BUM Desa adalah menjalankan bisnis yang berproduksi dan/atau berdagang (trading) barang-barang tertentu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dipasarkan, seperti hasil-hasil pertanian, sarana produksi pertanian dan kegiatan bisnis produktif lainnya.

BUM Desa juga dapat menjalankan usaha bersama (holding) sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat desa baik dalam skala lokal desa maupun kawasan perdesaan. Kegiatan usaha bersama ini meliputi desa wisata yang mengorganisir rangakaian jenis usaha dari kelompok masyarakat dan kegiatan usaha bersama yang mengkonsolidasikan jenis usaha lokal lainnya.

Terkait dengan permodalan yang dibutuhkan Pemerintah Desa untuk mendirikan BUM Desa, dapat memamfaatkan Dana Desa, termasuk hibah yang diberikan Pemeritatah Daerah. Perusahaan swasta dan BUMN dapat juga membantu pendanaan BUM Desa sekaligus menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan CSR (Corporate Social Responsibility) atau PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) yang saat ini sudah banyak dilakukan.

Untuk mendirikan BUM Desa, sebenarnya bukan hal yang sulit sepanjang ada kemauan dan inisiatif yang berasal dari masyarakat desa dan kemauan Pemerintah Desa. Karena pendirian BUM Desa harus tetap berasal dari masyarakat desa sendiri berdasarkan semangat kekeluargaan, kegotongroyongan, kooperatif, partisipatif dan emansipatif masyarakat desa, meskipun bisa saja difasilitasi oleh Pemerintah Daerah pendiriannya.

Bila dilihat dari lambannya pembentukan dan tidak berkembangnya BUM Desa selama ini lebih banyak karena faktor tidak adanya kemauan politik (political will) pemerintah di semua tingkatan. Pemerintah sepertinya lebih berpihak kepada pemilik modal besar dari pada memfasilitasi BUM Desa agar bisa berkembang secara mandiri berdasarkan potensi yang dimiliki setiap desa.

Untuk lebih memaksimalkan pendirian BUM Desa seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota harus terus mendorong dengan cara memberikan hibah/akses permodalan, pendampingan teknis dan akses ke pasar dan memprioritaskan BUM Desa daam pengelolaan sumber daya alam desa.

Sedangkan Pemerintah Desa juga harus ikut terlibat penuh memberi penyadaran kepada masyaraat mamfaat dari pendirian BUM Desa. Keberadaan BUM Desa akan memberi peluang bagi Pemerintah Desa untuk memamfaatkan potensi sumber-sumber kekayaan desanya untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan desa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: